BERITABATAM.COM, Tanjungpinang – Dukungan untuk ribuan orang dengan HIV/AIDS di Tanjungpinang kini di persimpangan jalan.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menegaskan, penanganan HIV/AIDS harus menjadi prioritas bersama di tengah mulai terbatasnya dana dari lembaga donor asing.
Hal itu ia sampaikan saat Workshop Advokasi Strategis Keberlanjutan Program HIV di Aston Tanjungpinang, Senin, 11 Mei 2026.
“Ini warning bagi kita. Jangan sampai NGO melepas bantuan, sementara pemerintah belum siap mengambil alih,” kata Raja Ariza.
Selama ini, program kesehatan seperti HIV/AIDS banyak ditopang NGO dan donor luar negeri.
Namun kondisi global membuat pendanaan mereka ikut tertekan.
The Global Fund bahkan memangkas hibah 9,26% pada 2025.
Sementara efisiensi anggaran pusat juga berdampak pada pembiayaan program HIV, TB, dan malaria.
Raja Ariza menyebut, beban ini tak bisa hanya dipikul komunitas sosial. Pemda, swasta lewat CSR, hingga masyarakat perlu turun tangan.
“Kalau anggaran pemerintah terbatas, persoalan ini harus dipikul bersama. Minimal ada prioritas untuk penanganan penyakit ini,” ujarnya.
Data saat ini, ODHIV di Kepri mendekati 4.000 orang. Di Tanjungpinang saja, sekitar 1.000 orang masih butuh layanan dan pengawasan ARV rutin.
Ketua Yayasan Kompak Kepri, Harmoni, menambahkan, sebagian bantuan donor internasional yang menopang pendampingan ODHIV sejak 2019 akan berakhir pada 2026.
Padahal komunitas tak hanya memberi dukungan psikososial, tapi juga memastikan pasien patuh terapi ARV.
“Kita berharap ada dukungan pemerintah maupun nonpemerintah agar program pencegahan HIV/AIDS di Tanjungpinang tetap berjalan,” kata Harmoni.
Meski belum capai target, Raja Ariza menilai penanganan HIV/AIDS di Tanjungpinang mulai membaik.
“Ini tantangan di tengah keterbatasan anggaran. Tapi kalau dilakukan bersama-sama, persoalan ini bisa kita atasi agar penyakit ini tidak terus berkembang,” tutupnya.
Data Kemenkes per Juni 2025 mencatat, dari estimasi ODHIV nasional, 63% atau 353.694 orang sudah teridentifikasi.
Sebanyak 249.808 orang mulai pengobatan ARV, dan 139.958 di antaranya mencapai virus tersupresi. (offy)




