BERITABATAM.COM, Anambas – Hampir sebulan terakhir, kabut tipis keabu-abuan mengepung langit Kepulauan Anambas. Bukan kabut musim, melainkan “asap kiriman” dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera yang terbawa angin hingga ke wilayah perairan Anambas.
Meski sumber api jauh, dampaknya langsung dirasakan warga. Mata perih, batuk, jarak pandang laut menurun, dan aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Sebulan Langit Buram, Aktivitas Warga Terhambat
Sejak pertengahan Agustus 2026, warga di Kecamatan Jemaja, Siantan, hingga Palmatak merasakan perubahan. Pagi hari matahari terlihat pucat. Sore hari bau asap pun mulai tercium.
“Dari pagi langitnya beda. Agak buram dan mata rasanya sedikit perih. Bau asap juga sudah mulai tercium,” kata Erwan, warga Desa Landak, Kecamatan Jemaja.
Dampaknya meluas. Nelayan menunda melaut karena jarak pandang terbatas.
Sejumlah sekolah di Jemaja mengurangi kegiatan di luar ruangan.
Pelaku UMKM di kawasan wisata pantai juga mulai terdampak.
BMKG Kepri mencatat, pola angin timur-tenggara membawa partikel asap dari titik api di Kalimantan dan Sumatera ke Anambas selama beberapa pekan terakhir.
BPBD Gerak Cepat, Ribuan Masker Disalurkan
Merespons kondisi ini, BPBD Kepulauan Anambas langsung turun tangan. Sejak pekan lalu, ribuan masker gratis dibagikan kepada masyarakat.
Distribusi diprioritaskan ke sekolah-sekolah di Jemaja, Jemaja Timur, dan Jemaja Barat, serta ke titik-titik keramaian seperti simpang jalan, pelabuhan, dan pasar.
Pembagian massal dimulai Senin, 7 September 2026 pagi.
“Kami imbau seluruh masyarakat Anambas agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ini langkah paling sederhana tapi paling efektif untuk mencegah gangguan saluran pernapasan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, melalui Koordinator TRC Sektor Jemaja.
BPBD juga berkoordinasi intens dengan Puskesmas, TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan untuk memantau kabut asap di wilayah kepulauan khususnya Kabupaten Anambas.
Imbauan BPBD agar Warga Tetap Aman
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma, jantung, serta ISPA diminta lebih waspada.
BPBD mengimbau warga:
Untuk selalu menggunakan masker, setiap keluar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terutama pagi dan sore saat asap pekat.
Dan, menghimbau kepada masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih serta tidak membakar sampah dan lahan agar tidak menambah polusi asap.
“Ini asap kiriman, tapi kesehatan kita tanggung jawab kita bersama. Kami terus pantau perkembangan bersama BMKG. Warga diminta tidak panik dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tutup Rovaniyadi melalui TRC Sektor Jemaja. (ropi kahardi)




