BERITABATAM.COM, Malaysia – Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan hingga Sumatera, menyebabkan sejumlah negara tetangga RI di Asia Tenggara ikut terkena imbasnya.
Di media sosial, dampak buruk dari paparan jerebu atau kabut asap karhutla menimbulkan kecemasan warga, termasuk di Malaysia.
Bahkan, serial kartun terkenal di Malaysia, Upin dan Ipin kini turut bersuara dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di tengah kepungan jerebu.
Tampak dalam unggahan Instagram resmi @upinipinofficial, pada Rabu, 9 September 2026, rumah produksi Les’ Copaque Production membagikan poster edukatif menampilkan si kembar Upin dan Ipin mengenakan masker medis.
Unggahan tersebut memuat panduan praktis bertajuk “Cara Lindungi Diri dari Jerebu” guna mengimbau masyarakat, agar tetap siaga menjaga kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara imbas karhutla.
“Mari amalkan langkah mudah untuk kekal sihat dan selamat semasa jerebu,” kata Upin dan Ipin dalam imbauannya.
Imbauan yang dibagikan Upin dan Ipin, itu di antaranya dengan menghindari paparan sinar matahari secara langsung, rutin mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup.
Kemudian, mereka juga mengajak warga agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh, selalu mengenakan masker saat beraktivitas, serta menjaga kebersihan diri.
Jerebu yang Merebak di Malaysia
Dampak sebaran asap karhutla ini sempat memicu penurunan kualitas udara secara signifikan di Malaysia, terutama di wilayah perbatasan seperti Negara Bagian Sarawak.
Kondisi yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya tersebut bahkan sempat memaksa otoritas setempat meliburkan ratusan sekolah.
Pemerintah Malaysia juga memberlakukan status darurat kabut asap di beberapa distrik demi melindungi keselamatan publik
Berkaca dari hal itu, lonjakan polusi udara tersebut terjadi seiring merebaknya asap karhutla di Kalimantan dan Sumatra, yang terbawa hembusan angin hingga menyeberang ke negara tetangga.
Maraknya Karhutla di Kalteng
Salah satunya, karhutla terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan 105.019 titik hotspot secara kumulatif sejak 1 Januari 2026.
Hingga Rabu, 9 September 2026, total luasan lahan yang terbakar imbas maraknya karhutla di Kalteng, mencapai 9.169,22 hektare.
Kepala Badan Penanganan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib mengungkapkan pemerintah dengan unsur terkait terus melakukan pemadaman karhutla.
Toyib juga memastikan, hal tersebut juga didukung dengan operasi udara, patroli pencegahan, hingga edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari dampak buruk akibat karhutla.
“Upaya dilakukan secara maksimal untuk mencegah api meluas serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Toyib dalam keterangannya, pada Rabu, 9 September 2026.
Negara Tetangga Kian Waspada
Kebakaran yang membakar kawasan hutan di Sumatra dan Kalimantan ini telah memicu krisis kabut asap lintas batas yang berdampak luas di Asia Tenggara.
Terbaru, Singapura mulai menerbitkan panduan kualitas udara harian setelah pengukuran 24 jam memasuki kategori tidak sehat untuk pertama kalinya sejak 2023 lalu.
Di lain pihak, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. juga telah memerintahkan meliburkan sekolah di wilayah ibu kota Metro Manila serta belasan provinsi terdampak.
Selain itu, paparan asap akibat karhutla di Indonesia menyelimuti wilayah Sabah, Semenanjung Malaysia, hingga Brunei.
Pada akhirnya, masyarakat di Asia Tenggara menanti usainya bencana karhutla dari sejumlah wilayah RI, seperti Kalimantan hingga Sumatera.
Hal tersebut juga seiring dengan edukasi kesehatan bagi warga, demi meminimalisir dampak buruk dari kabut asap yang hingga kini masih merebak. (***)




