BERITABATAM.COM, Batam – Di lorong SDN 004 Bengkong, suara anak-anak membaca puisi, sesekali terdengar bersahut-sahutan.Di balik semangat itu, ada satu nama yang tak pernah berhenti mendorong, ia adalah Yumaroh.
Sebagai kepala sekolah sekaligus Ketua Literasi Kecamatan Bengkong, Yumaroh dikenal guru-guru dan siswa sebagai sosok yang tak kenal lelah menanamkan kebiasaan membaca dan berpikir.
Baginya, kelas bukan hanya tempat menghafal, tapi ruang untuk membuka wawasan.
Usaha itu kini berbuah. SDN 004 Bengkong masuk jajaran sekolah terbaik dan meraih nominasi di Festival Literasi Nasional.
Yang bikin bangga, puisi karya siswa berjudul “Garis Khatulistiwa Kita” berhasil mengharumkan nama Batam hingga ke panggung nasional.
Capaian ini rupanya milik banyak sekolah di Batam.
Dalam waktu dekat, Yumaroh akan berangkat ke Surakarta bersama 25 perwakilan siswa dan guru SD serta SMP se-Kota Batam.
Mereka datang bukan hanya untuk foto bersama, tapi untuk menerima penghargaan dan sertifikat atas prestasi yang diraih.
“Sebanyak 25 sekolah meraih prestasi dalam berbagai kategori lomba di Festival Literasi Nasional, antara lain lomba Sekolah Digitalisasi dan Numerasi. Salah satunya adalah SDN 004 Bengkong yang turut menyumbangkan prestasi tersebut,” cerita Yumaroh dengan mata berbinar, Selasa 19 Mei 2026.
Bagi Yumaroh, perjalanan ini lebih dari sekadar seremoni. Ia melihatnya sebagai pemantik semangat baru bagi gerakan literasi di Batam.
“Literasi sangat dibutuhkan untuk membuka wacana dan memperluas pemahaman anak didik agar kemampuan mereka terus meningkat, didukung kegiatan-kegiatan yang relevan. Masih ada siswa yang bertanya, ‘Literasi dan numerasi itu apa ya?’ Padahal, keduanya ibarat makanan pokok yang wajib dipahami dan dimiliki sebagai bekal menyelesaikan berbagai masalah,” ujarnya pelan tapi tegas.
Perjalanan ke Surakarta kali ini memang masih dibiayai mandiri oleh rombongan.
Tapi itu tak menyurutkan langkah Yumaroh. Ia berharap, langkah kecil ini bisa membuka jalan bagi dukungan yang lebih besar ke depan.
Pesan penutupnya sederhana tapi mengena untuk sesama pendidik di Batam, jangan berhenti bergerak.
“Saya berharap gerakan literasi ini tak akan pernah putus. Mari kita para pendidik jadikan diri sebagai penggerak literasi di Batam ini. Kalau bukan kita siapa lagi, Ini adalah awal yang baik, meski untuk saat ini kita berangkat dengan usaha sendiri, mudah-mudahan ke depannya akan ada pihak yang memprakarsai dan mendukung penuh langkah-langkah mulia ini.” tutup Yumaroh. (ria fahrudin)




